Showing posts with label novel. Show all posts
Showing posts with label novel. Show all posts

In buku gadis penenun mimpi kertas novel Novel Gadis Penenun Mimipi & Pria Yang Melipat Kertas Terbang review Novel Review Novel Gadis Penenun Mimipi & Pria Yang Melipat Kertas Terbang tokoh

Review Novel Gadis Penenun Mimipi & Pria Yang Melipat Kertas Terbang

Review Novel Gadis Penenun Mimipi & Pria Yang Melipat Kertas Terbang



Akhirnya selesai juga baca ini novel, kemarin aku iseng-iseng buka rak buku terus nemu novel ini, sambil ditemenin segelas bubble gum akhirnya jiwa membacaku kembali bersemangat, for your information aku tuh dapet novel ini dari kak Atria, salah satu teman di Pecandu Buku, dia suka sekali ngadain giveaway di Instagramnya dan kebetulan banget waktu itu sekitar tahun 2016-an aku coba-coba buat ikutan dan akhirnya tanpa disangka aku menang! buat yang mau ikutan giveaway bisa kok follow akun Instagram kak Atria di @atriasartika.

Bercerita sedikit soal sang penulis Mbak Gina Gabrielle, waktu aku menang giveaway dia secara langsung nge- DM aku di Instagram, mengucapkan selamat dan dia sendiri yang ngirim bukunya loh! dia orang yang baik dan ramah juga selain itu dia cantik, aku suka hehe. Dia aktif di berbagai sosial media seperti Facebook, Instagram, Ask.fm dsb.

Nah, Novel yang dia kasih ke aku itu judulnya Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang, Design dari novel  Gadis Penenun Mimpi dan Pria yang Melipat Kertas Terbang ini unik menurutku dengan gambar sebuah pohon , wanita dan seekor landak di bawahnya, yang lebih unik adalah dibelakang buku kita engga akan dapet sinopsis sama sekali ! selain itu saat novel ini datang dia engga sendirian, dia datang bersama kertas lipat yang berisikan surat. Aku lupa isinya apa huhu, selain itu khusus bukuku ada tanda tangan dan pesan penulis isinya :

Untuk.. (namaku)
Semoga Dongeng Sederhana Ini
Boleh Membekas di Hati

-Gina

Novel ini terbit pada tahun 2016, dengan tebal 228 halaman dan di terbitkan oleh Nulis Buku, ditulis oleh Mbak cantik Gina Gabrielle dan covernya di Design oleh Uli Novia Andrian Siahaan. Novel Gadis Penenun Mimipi & Pria Yang Melipat Kertas Terbang ini bergenre Fantasy, menceritakan tentang seorang gadis penenun mimpi yang mempunyai 4 bahan untuk menenun mimpi, diantaranya adalah hatinya, setiap kali dia menenun mimpi hatinya akan ia hancurkan, dan setelah mimpi itu berhasil ditenun hatinya akan muncul dilaci seperti sedia kala, novel Gadis Penenun Mimipi & Pria Yang Melipat Kertas Terbang ini juga menceritakan tentang seorang pria yang dulu engga pernah menyembunyikan hatinya seperti orang-orang, namun sesuatu yang menyakitkan terjadi, hatinya dihancurkan oleh seseorang yang amat dicintainya.

Jujur awal baca novel ini aku dibikin bingung sama ceritanya, aku sempet ngira kalo ini cerpen dengan beberapa cerita, tapi dipertengahan novel semua yang ada dibab-bab awal mulai menjadi garis yang saling sambung satu sama lain, yang aku suka dari novel ini pembaca dibiarkan membayangkan bagaimana tokoh-tokoh yang ada dalam cerita, seperti putri boneka, kura-kura pengelana dan Kol Ibri, Burung angkuh yang mempunyai dasi pita Emas, aku bisa membayangkan bagaimana angkuh dan lucunya dia.


bagian dari Novel Gadis Penenun Mimipi & Pria Yang Melipat Kertas Terbang yang paling aku suka sebenernya saat kura-kura pengelanan sembuh dari sakit hatinya, bagaimana pada akhirnya dia engga melulu fokus pada sakit hatinya selama ini, aku juga bener-bener dibuat takjub oleh perjalanan kura-kura pengelana dan Kol.Ibri saat mereka mengunjungi istana-istana yang unik, oiya menurutku novel Novel Gadis Penenun Mimipi & Pria Yang Melipat Kertas Terbang ini cocok dibaca untuk segala usia, dengan bahasa yang ringan aku yakin semua orang akan menyukai novel ini, selamat membaca ! 

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In novel review

Review Hujan - Tere Liye

Novel Hujan - Tere Liye
sumber gambar : http://mynovotravel.blogspot.co.id

Sebenarnya, dari dulu aku engga pernah punya niat buat baca buku karya Tere Liye, bahkan ngelirik pun engga. Alasannya, aku fikir karyanya sama kaya penulis-penulis musiman lain, Cuma nyeritain tentang cinta remaja dan segala konflik yang sering terjadi di FTV, tapi kebetulan kemarin pada akhirnya aku ngelirik buku karya Tere Liye yang banyak banget jadi omongan orang ; Hujan.

Berawal dari ke gabut-an yang engga tau harus ngapain, iseng-iseng cari-cari buku dan muncul lah buku Tere Liye ini, Buku ini terbit pada tahun 2016 di terbitkan oleh Gramedia  Pusaka Utama dengan tebal 320 Halaman.

Bercerita tentang Lail Gadis kecil pecinta hujan yang saat itu hendak pergi kesekolah bersama ibunya, namun sesuatu terjadi saat dia dan ibunya sedang berada di dalam kereta bawah tanah. bencana alam. gunung meletus dalam skala besar, menghancurkan seisi dunia dan hanya menyisakan 10% populasi dunia termasuk Lail dan Esok.

Esok adalah seorang anak laki-laki jenius yang kehilangan keempat kakanya dalam kejadian gunung meletus itu, ia menyelamatkan Lail saat lail Hampir terjatuh di tangga darurat saat semua penumpang kereta bawah tanah hendak menyelamatkan diri mereka sendiri, sebelum Lail sampai di atas tangga darurat, tangga tersebut roboh dan membunuh semua orang yang ada dibawah Lail, termasuk ibunya, beruntung saat itu Esok menarik Tas Lail.

Sebenarnya semua kisah penting dalam hidup Lail Terjadi saat hujan turun, entah itu Hujan air, hujan Asam atau hujan debu; termasuk kejadian dimana Esok kembali menyelamatkan nyawa Lail, saat Lail kabur dari tenda pengungsian hanya karena ingin melihat ibunya ditangga darurat menuju kereta bawah tanah, Esok datang dengan Sepedah merah membawa Lail pergi karena sebentar lagi akan terjadi hujan Asam.

Kisah Lail dan Esok Berlanjut hingga mereka dewasa, karena memang dibuku itu menceritakan tentang keduanya, bagaimana Esok bisa menjadi penyembuh luka bagi Lail, sekaligus Pembuat Luka paling dalam. Bagaimana Lail harus menunggu Esok datang setiap tahun tapi enggan untuk mecoba menghubungi Esok terlebih dahulu, dan bagaimana pada akhirnya Esok menjadi seorang Ilmuan Hebat, dan Lail menjadi seorang Relawan yang mengagumkan bersama sahabatnya Maryam.

Esok dan Lail membangun cinta dari kecil, saat dimana mereka belum menyadari seperti apa cinta itu, mereka tumbuh saling menggenggam tanpa adanya pengekangan, saling sibuk berprasangka kemudian saling menjelaskan ketika 364 hari lelah menunggu dan diganti hanya dengan hitungan jam pertemuan.

Menurutku ini cerita yang bagus, berbeda. Menarik. Dengan latar belakang masa depan, yaitu tahun 2050-an, dengan sudut pandang orang ketiga dibuku ini dijelaskan bagaimana pada saat itu teknologi sudah sangat maju, membuat kue sudah seperti mencetak kertas di mesin bernama printer, bagaimana esok bisa membuat kapal untuk pergi ke antariksa menyelamatkan penduduk bumi yang saat itu hampir mengalami kepunahan karena musim panas panjang dan sudah mustahil adanya hujan, dan sudah tersedianya mobil-mobil yang bisa terbang sesuai perintah suara. Itu keren.

Aku selalu suka bagian dimana Esok selalu datang tiba-tiba disetiap acara penting Lail, atau saat Lail Hendak menghapus memori tentang Esok yang sebagian besar memorinya berwarna merah yang berarti menyakitkan.

Esok selalu percaya bahwa teknologi bisa menaklukan apa pun. Tapi bagaimana teknologi akan mengalahkan ambisi rakus manusia? Ketika mereka akhirnya tidak mau mengalah dan saling merusak -  Lail

Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya – Maryam


Kamu tahu, Lail, ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta adalah merasa bahagia dan sakit pada waktu bersamaan. Merasa yakin dan ragu dalam satu hela napas. Merasa senang sekaligus cemas menunggu hari esok. - Maryam

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In novel review romance

Review Distilasi Alkena by Wiranagara


"Dengan mu jatuh cinta adalah Patah hati yang disengaja"

***

Buku Distilasi Alkena terbit pertama pada tahun 2015, diterbitkan oleh Media Kita. Buku ini adalah buku karya Wira Nagara, seorang cowok kelahiran 21 November 1992, wah gak nyangka doi masih muda ternyata. Haha. Siapa sih Wira Nagara ? doi sebenernya cukup terkenal karena pernah ikutan stand Up Comedy Indonesia Season 5 loh.
Pertama kali tau buku doi sebenernya karena dapet rekomendasi dari temen sesama pecinta buku, katanya buku ini bagus untuk merayakan patah hati, padahal saat itu gue punya pacar dan engga ada rencana buat patah hati . Buku dengan Latar belakang warna ungu ini didalamnya berisi 158 halaman yang terdiri dari gambar buatannya dibeberapa bagian, dan judul – judul yang pake istilah kimia gitu. Kenapa kimia ? katanya sih, itu bentuk kasih saya doi ke ibunya (Ibunya guru kimia yang doyan ditanya “Kenapa ibunya guru kimia, tapi anaknya malah selalu dapet nilai jelek di pelajaran kimia?”), tapi engga usah khawatir karena kalian bakal nemu arti dari istilah kimia itu di setiap akhir bab.
Gue selalu baca ini sambil dengerin lagu Tulus – dibawah langit abu-abu. karena, perpaduannya pas aja gitu haha apalagi kalo udara dingin dan didepan lu udah ada secangkir kopi hangat. Pas banget buat gue ucapin “Selamat merayakan patah hati” .

“Menangislah tanpa mengada-ada.

Rasakan setiap bulir ait mata.

Sedih jangan dilawan,

perih ada untuk dirasakan” (Hal – 40)


***

photo by singgihakbarp
Photo by Instagram's Singgihakbarp
Menurut gue, Buku ini emang bener-bener pas dibawa buat merayakan patah hati, lu engga akan sadar lu lagi ngerayain patah hati , sampe di pertengahan buku lu bakal ngerasa yang namanya hati lu bener-bener sakit entah kenapa, Cuma karena baca buku ini doang. Sebenernya buku ini lebih ke kaya puisi gitu sih menurut gue, ya gak puisi sih. Kaya ungkapan hati elu ke doi yang udah ngancurin hati elu gitu. Serius, sekali lagi gue engga dalam kondisi galau atau putus pas baca buku ini, tapi buku ini berhasil ngebawa suasana hati gue kaya seakan-akan gue lagi patah hati. Sial.
Gue pribadi paling suka bab K.I.T.A (Tentang kita, yang tak lagi bersama) halaman 23, dibab ini kaya nyeritain seorang cowok yang sayang sama ceweknya, tapi sicowok sadar kalo sicewek Cuma penasaran entah terbawa suasana sama dia, dan akhirnya si cewek malah pergi sama cowok lain .

“Sesederhana aku mencintaimu, serumit itu kau 

mencintainya. Sesederhana aku ingin 

membahagiakanmu, serumit itu kau bahagia 

dengannya”


Buku ini engga melulu isinya patah hati sih, saat gue baca buku ini meskipun gue ngerasa hati gue patah, tapi disisi lain saat gue baca buku ini kedua kali saat putus sama pacar gue, gue belajar jadi si Patah hati yang elegan . Haha, Gue serius. Buku ini engga akan bawa kita buat update di facebook saat lagi patah hati, buku ini malah menurut gue kaya panduan cara mengiklaskan pasca putus, atau bisa dibilang panduan Move Off lah. selain tulisan, Wira Nagara Juga upload Isi Bab Destilasi Alkena di Soundcloudnya, dan  Fiersa Besari juga sempet bacain Bab Distilasi Alkena di Instagramnya. Dan terimakasih kepada Wira Negara karena berkat bukunya gue engga jadi mahluk haus akan perhatian paska putus haha.


Read More

Share Tweet Pin It +1

1 Comments

In novel review romance

Garis Waktu by Fiersa Besari

Pada sebuah gari waktu yang merangkak maju, Akan ada saatnya kau
bertemu dengan satu orang yang mengubah hidupmu selamanya
Pada sebuah gari waktu yang merangkak maju , akan ada saatnya kau
Terluka dan kehilangan pegangan
Pada sebuah gari waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau
Ingi melompat mundur pada titik titik kenangan tertentu
Maka, Iklaskan saja kalau begitu,
Karena sesungguhnya, yang lebih menyakitkan dari melepaskan sesuatu
Adalah berpegangan pada sesuatu  yang menyakitimu secara perlahan 

***


Buku Garis Waktu Karya Fiersa Besari ini terbit di tahun 2016, dan diterbitkan oleh Media Kita, buat para Followers Fiersa Besari di Instagram mungkin udah engga asing sama cover buku berlatar belakang ini, karena sebelum menerbitkan ‘anak’nya ini, doi ngadain Polling gitu buat nentuin cover bukunya. Pilihan Mayoritas jatoh pada buku dengan latar belakang berwarna putih dengan beberapa foto hitam putih yang tergantung, kayak mencerminkan perjalanan waktu gitu, Menurut gue, untuk Cover buku terkesan simple tapi cukup menarik perhatian.
Oiya, buat yang engga kenal Fiersa Besari dan bukan Followers dia dimedia sosial, Fiersa besari itu seorang penulis sekaligus penyanyi Indie asal bandung. Doi lahir tanggal 3 maret dan udah jadi sarjanana Sastra Inggris, Buat Kepribadiannya doi orang yang punya wawasan luas menurut gue, dan cowok pecinta alam banget, ramah juga dan punya gingsul yang memikat hati, gue pernah beberapa kali nonton dia manggung, dan jujur gue suka hampir semua lagunya, apalagi yang judulnya “Napak Tilas”.

Back to buku doi, seperti yang udah doi tulis di pendahuluan bukunya, sebenernya buku ini kaya tulisan-tulisan doi jaman dulu yang doi tulis di Media sosialnya, dan doi kemas jadi cerita lebih lengkap dan apik. Kalo gue liat sih ceritanya emang lengkap dari mulai kisah cinta sampai ungkapan perasaannya ke orang tuanya, gue engga habis pikir kenapa doi bisa nulis semua perasaannya dengan tulisan yang menurut gue menarik dan engga kaya orang lagi curhat ngarol ngidul, belum lagi selalu ada sebuah foto di setiap bab baru, seakan-akan kisah di bab itu nyeritain cerita dibalik foto itu, dan ada kesimpulan yang lebih ke Quotes sih menurut gue di setiap akhir bab.

“ Kita berpegangan dengan cara yang pelik,
saling mengingat, namun harus melupakan.
Kita menyayangi dengan cara yang menyakitkan,
saling menginginkan, namun harus merelakan.
Ketidak Pastian ini harus segera dipastikan

Gue selalu suka bab “Bilur yang membias” halaman 153, dihalaman ini diceritain tentang seorang yang udah capek sama hubungannya tapi sulit buat melepas, dia udah terlalu sayang sama pasangannya, tapi pasangannya malah selingkuh. Dan emang benar, setelah dikhianati kita engga akan bisa seperti dulu. Pada akhirnya kita harus milih buat berjuang atau merelakan, bukankah setelah disakiti memilih bertahan juga malah menyakiti keduanya ? Tapi melepas apa yang engga pernah ingin kita lepas juga sama sulitnya, dan disini Fiersa milih jalan yang tepat dan penjelasan yang bikin gue pingin copas quotesnya haha. Sebenernya, gue suka quotes – quotes yang ada di buku ini lumayan banget buat status di Instagram dan Facebook gue.

Dibuku ini, ada satu hal yang gue engga suka ; kata-kata yang gue engga ngerti di awal halaman kaya : konstalasi, stagnansi dan konservatifGue engga tau kenapa Fiersa pake bahasa Indonesia yang orang awam kaya gue engga ngerti, kayanya doi ingin gue dan pembaca yang males baca lainnya pelan – pelan buka kamus bahasa Indonesia deh haha.
Akhir kata kesimpulan gue dari buku ini 80 % dari 100% Menarik, dan gue lebih rekomendasikan buat anak remaja jaman sekarang yang lagi galau sih, biar seenggaknya galau mereka keren dan bisa ngikutin Bung Fiersa, dengan berkarya nulis buku atau keliling Indonesia.

“Beberapa orang berhenti menyapa
Bukan karena perasaannya berhenti;
Melainkan telah mencapai titik kesadaran

Untuk berhenti disakiti“  - ( Halaman 155 )

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...